Siaran Pers FSP Farkes Reformasi terkait Precarious Work

IMG-20170907-WA0012
Sistem Pekerja Rentan ( Precarious Work ) Tidak Mempedulikan Kesejahteraan Buruh
Sistem Pekerja Rentan ( Precarious Work ) adalah sistem kerja yang berbahaya untuk buruh/pekerja. Sistem ini sudah dilakukan sejak sekitar 12 tahun yang lalu. Sistem pekerja rentan di Indonesia seperti sistem outsourcing, pemagangan, pekerja kontrak, borongan, pekerja harian, dll.
Semenjak diberlakukannya sistem pekerja rentan oleh kepemimpinan periode-periode lalu, selalu dikecam oleh buruh yang tergabung dalam serikat pekerja. Seperti sistem outsourcing atau tenaga alih daya, dimana yang sudah diatur didalam UU No. 13 tahun 2003 bahwa outsourcing diberlakukan hanya untuk pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya sementara bukan untuk pekerjaan yang sifatnya terus menerus atau cor bisnis.
Pada prakteknya perusahaan penyedia jasa tenaga outsourcing selama ini telah melanggar aturan normatif UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Banyak pelanggaran yang terjadi diantaranya :
1) Gaji di bawah Upah Minimum
2) Jaminan Sosial tidak diberikan baik BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagkerjaan
3) Kerja Lembur tidak dibayar
4) Tidak mendapatkan Cuti, baik cuti hamil, haid, menikah, khitan
5) Banyak pekerjaan yang sifatnya terus menerus atau cor bisnis di outsourcingkan
Dan ditambah lagi pemerintah sekarang tidak peduli dengan buruh dan rakyatnya, indikatornya pemerintah bukan menghapus sistem outsourcing dengan sistem pekerja yang layak tapi malah membuat sistem baru yang semakin menekan rakyatnya dengan sistem pemagangan.
Pemagangan sama dengan outsourcing, namun lebih tidak manusiawi lagi. Sistem kerja pemagangan bisa memperkerjakan usia minimal 17 tahun, dan dengan hanya diberikan transport dan uang makan.
Sistem pekerja rentan adalah perbudakan modern, FSP Farkes Reformasi menentang keras outsourcing dan pemagangan ( Precarious Work ). Ketika diam kita akan selalu ditindas, maka bergerak adalah pilihan tepat untuk melawan penindasan.
Bersamaan dengan itu, FSP Farkes Reformasi mengajak kawan-kawan untuk aksi turun kembali ke jalan tanggal 10 Oktober 2017 bersama IndustriAll Global Union dan afiliasinya di depan gedung DPR RI pukul 10.00 WIB dan melakukan audiensi bersama anggota DPR RI pukul 13.00 WIB.
Terima Kasih

Idris Idham, SE

Idris Idham
Ketua Umum

Rating: 5.0/5. From 1 vote.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Translate »