Perjuangan 25 Karyawan yang di PHK Sepihak oleh PT. Sanofi Aventis

IMG-20170913-WA0016Jakarta, FarkesOnline – 25 karyawan PT. Sanofi Aventis Indonesia yang di PHK sepihak dan juga anggota dari PUK SP Farkes/R PT. Aventis memberikan kuasa penuh kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan DPD FSP Farkes Reformasi untuk mengadvokasinya.Dimana saat mediasi tripartit di sudinakertrans Jakarta Timur di wakili oleh bung Iwan (Ketua Bidang Advokasi FSP Farkes/R), bung Siswo dan bung Rizki (DPD FSP Farkes/R DKI Jakarta)

Seperti yang dikutip dari lampost.com sidang antara 25 karyawan PT Sanofi Aventis Indonesia (SAI) yang mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pihak perusahaan yang diwakili kuasa hukum dari kantor Ignasius Andi Law Office di kantor Sudin Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jakarta Timur, Senin (25/9/2017), masih belum mencapai kata sepakat.
Sebanyak 25 karyawan berkeras meminta PT Sanofi Aventis Indonesia  untuk tetap mempekerjakan mereka jika tidak bersedia memenuhi tuntutan untuk mengeluarkan pesangon sesuai dengan harapan dan aturan.
“Kita tetap meminta perusahaan untuk tetap mempekerjakan. Sebab, perusahaan tidak dalam keadaan pailit dan kondisi keuangan juga dalam keadaan sehat. PHK juga dilakukan tanpa didahului surat peringatan. Banyak terjadi pelanggaran dan intimidasi dalam proses PHK,” kata Yunita Fitrianida mewakili rekan-rekannya, Senin (25/9/2017).
Selain itu, mereka juga meminta perusahaan dapat tetap membayar gaji mereka selama proses sengketa berlangsung. Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 155 UU No 13/2003 tentang Tenaga Kerja. Namun, ia mengungkapkan gaji mereka pada September 2017 ini belum dibayarkan pihak perusahaan.
“Gaji kita bulan September 2017 ini belum dibayarkan. Sementara hasil konfirmasi kami dengan pihak sekretaris perusahaan, kami masih berstatus karyawan aktif,” ungkap dia.
Ia mengakui jika pada hari ini (Senin [25/9/2017], red), mereka sudah ditransfer pembayaran insentif cycle 4, yaitu achievment bulan Juli dan Agustus 2017. Namun, menurutnya, nominalnya tidak sesuai dengan perhitungan insentif yang berlaku.
Ke-25 karyawan itu amat menyesalkan sudah beberapa kali mediasi di kantor Sudin, pihak perusahaan selalu mengutus pengacara. Hal itu menunjukkan tidak ada iktikad baik perusahaan terhadap nasib mereka. Untuk itu pada sidang selanjutnya pada 3 Oktober 2017 mendatang, jika tetap tidak ada perwakilan manajemen perusahaan, mereka akan melakukan demo di kantor PT Sanofi.
“Kami meminta ada perwakilan pihak manajemen, kami meminta niat baik perusahaan. Jika terus begini, kami menganggap perusahaan tidak serius. Kalau 3 Oktober 2017 nanti tidak ada perwakilan perusahaan, kita akan demo kantor Sanofi,” tegasnya.
Sebelumnya, pihak PT Sanofi Aventis Indonesia melalui Sharon Olich membantah penghitungan pesangon menyalahi aturan. “Saya hanya bisa berikan tanggapan bahwa semua proses dan penghitungan pesangon sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami bantah informasi itu,” kata Sharon melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Rating: 4.3/5. From 3 votes.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Translate »