MAYDAY 2021, Ribuan Buruh Bersama Mahasiswa dan KAMMI Akan Turun Aksi Menuntut Dicabutnya UU Ciptakan Kerja

Jakarta, FarkesOnline – Ribuan Buruh bersama Mahasiswa dan KAMMI akan melakukan aksi besar-besaran di Istana Negara dan Makhamah Konstitusi, menuntut kepada dicabut dan dibatalkannya Omnibuslaw (Undang-undang No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

Ketua Umum FSP Farkes Reformasi Idris Idham, mengintruksikan keadaan seluruh DPD, DPC, dan PUK agar berkoordinasi untuk mempersiapkan aksi pada hari perayaan Mayday 2021, aksi akan dilakukan secara turun dilapangan juga akan ada aksi virtual.

Momentun Mayday 2021 kali ini harus menjadi bukti bahwa perlawanan terhadap Omnibuslaw Cipta kerja terus dilakukan, dan bahkan akan semakin massive sampai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Cipta Kerja DICABUT, tegas Idris.

Omnibuslaw yang sudah jelas akan mengkebiri nilai kesejahteraan Buruh/pekerja Indonesia, melalui kebijakan Upah Murah, Upah Sektoral dihapus, Outsourcing merajalela, Pesangon dikurangi. Perjuangan ini memang tidak mudah, dan membutuhkan waktu, dan tergantung pada pergerakan kaum Buruh. Maka dari itu, genderang perlawanan terhadap Omnibuslaw harus terus dilakukan, jelas Idris Idham.

Dalam aksi nanti, Said Iqbal Presiden KSPI memperkirakan akan digelar secara serentak di 24 Provinsi, 200 Kabupaten/Kota Se Indonesia dengan jumlah masa buruh yang terlibat aksi diperkirakan sebanyak 50.000 (lima puluh ribu) buruh.

“Untuk tingkat nasional dipusatkan di Istana dan MK. Itu untuk aksi May Day di tingkat nasional, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan berkordinasi dengan gugus tugas Copid 19 nantinya” ucapnya.

Selain itu, Iqbal berharap pihaknya dapat diterima berdelagasi dengan Presiden Jokowi guna menyampaikan langsung harapan buruh kepada pemerintah terkait protes dan kerugian kaum buruh akibat UU Cipta Kerja yang sudah diberlakukan yang malah banyak mereduksi hak-hak kaum buruh seperti, upah murah, outsourcing seumur hidup, pesangon buruh bekurang dan banyak lagi.

“Syukur-syukur kami harap pak Jokowi bisa terima delegasi buruh. Sedang di koordinasikan oleh Presiden KSPSI Andi Ghani,” pungkasnya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Translate »