PUK Farkes R Aliansi RS Islam Jakarta Adakan Pertemuan Untuk Memperkuat dan Mengkonsolidasikan Perjuangan Dimasa Pandemi COVID-19

PUK Farkes R Aliansi RS Islam Jakarta Adakan Pertemuan Untuk Memperkuat dan Mengkonsolidasikan Perjuangan Dimasa Pandemi COVID-19

Jakarta, FarkesOnline – Pimpinan Unit Kerja (PUK) Aliansi RS Islam Jakarta mengadakan pertemuan rutin setiap sebulan sekali untuk memperkuat, membuat strategi perjuangan, dan mengkonsolidasikan berbagai permasalahan di Rumah Sakit masing – masing. Aliansi PUK Farkes R RS Islam Jakarta ini terdiri dari 3 PUK yaitu PUK Farkes R RS Islam Jakarta Cempaka Putih, PUK Farkes RS Islam Jakarta Pondok Kopi, dan PUK Farkes RS Islam Jakarta Sukapura.

Pertemuan Aliansi tersebut diadakan di Pimpinan Wilayah Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Utara pada tanggal 4 September 2020. Dalam pertemuan dihadiri oleh pengurus masing -masing PUK Farkes R RSIJ Cempaka Putih, Pondok Kopi, dan RSIJ Sukapura.

Acara tersebut, dibuka oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Farkes Reformasi DKI Jakarta, Amirudin, bahwa  silahturahmi dan pertemuan rutin seperti ini sangatlah penting dalam memperkuat kekuatan organisasi Farkes di Aliansi RSIJ Jakarta, dan supaya perjuangan kitapun satu arahan.

Ketua PUK Farkes R RS Islam Jakarta Cempaka Putih yang juga Ketua Aliansi PUK Farkes R RS Islam Jakarta, Wahyu Darmawan menyampaikan berbagai kondisi perjuangan dan masalah yang ada di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, dari masalah klaim pasien COVID-19 yang diindikasi ada mist terhadap beleid yang ada. Problematika klaim dan masa pandemi COVID-19 tersebut dijadikan oleh RS sebagai alasan untuk mengurangi hak-hak pekerja, padahal permasalahannya bukan masa pandemi tapi melainkan RS kurang tegas terhadap penagihan klaim pasien covid19, jelas Wahyu.

Ketua PUK Farkes R RS Islam Pondok Kopi, Eko Suwarto juga menyampaikan berbagai kondisi di RS Islam Jakarta Pondok Kopi, terlebih mengenai bagaimana kelanjutan dari pelaporan ke Pengawas Ketenagakerjaan terkait Surat Keputusan Badan Pelaksana Harian (SK BPH) mengenai dihapuskannya IPEL, apakah SK itu dicabut atau seperti apa?

Nopi Irawan selaku Ketua  PUK Farkes R RS Islam Jakarta Sukapura menjelaskan bahwa Pengawas Ketenagaekrjaan sudah menindaklanjuti hal tersebut dan dimana IPEL masih diberikan bulan Agustus, namun terkait SK itu dicabut atau tidak, kita tidak terpaku pada SK tersebut karena didalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sangat jelas dijelskan mengenai IPEL merupaka hak pekerja. Secara Hirearki Peraturan, SK BPH mengenai IPEL atau SK BPH lainnya selama tidak dirundingkan dengan serikat pekerja dan bertentangan dengan PKB, itu batal demi hukum, jelas Nopi.

Kesimpulan dari pertemuan tersebut, ada beberapa poin selain rapat rutin ini terus berjalan diantaranya, permaslahana mengenai pelaporan IPEL di Pengawas Ketenagakerjaan akan ditindaklanjuti oleh DPD Farkes Reformasi DKI Jakarta, dan terkait pembahasan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sudah berjalan sebelum masa pandemi covid akan ditindaklanjuti kembali dengan melayangkan surat kepada BPH RS Islam Jakarta.

 

(SR)

Rating: 5.0/5. From 1 vote.
Please wait...

Satu tanggapan untuk “PUK Farkes R Aliansi RS Islam Jakarta Adakan Pertemuan Untuk Memperkuat dan Mengkonsolidasikan Perjuangan Dimasa Pandemi COVID-19

Tinggalkan Balasan

Translate »