Apa itu Tes Cepat Rapidtest IgM IgG dan Bagaimana Akurasinya Terhadap Deteksi Dini Virus Corona

IMG-20200627-WA0014Jakarta, FarkesOnline – Didalam kondisi Pandemi COVID -19 dimana tingkat penyebarannya sangat cepat dan signifikan, langkah yang tepat dan efisien sangat berpengaruh untuk memutus rantai penyebaran coronavirus disease 2019.

Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah baik pusat atau daerah untuk menangani pandemi COVID -19 tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah diawal Pandemi COVID -19 ini adalah melakukan tes cepat deteksi dini virus corona.

Disinilah awal mulanya Rapid Test digaungkan oleh pemerintah untuk deteksi dini virus corona.

Berbagai argumentasi dan statement para ahli kedokteran, virologi, bermunculan, banyak yg mengkritisi tentang Rapid Test (Tes Cepat).
Salah satunya dikutip dari laman detiknews, Sementara itu, Ahmad Utomo, pakar biologi molekuler dari Stem Cell and Cancer Institute, mengkritik pengandalan metode tes cepat itu yang ia nilai kurang efektif dalam membatasi penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Idris Idham Menekankan Kepada Pemerintah Agar Menyelesaikan Polemik Mengenai Rapid Test Yang Biayanya dibebankan Kepada Rakyat

Utomo menjelaskan bahwa tes itu merupakan metode yang sangat sederhana sehingga dapat menghasilkan “negatif palsu”. Ia menjelaskan bahwa kelemahan terletak pada masalah waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi antibodi.
Utomo mengatakan bahwa ‘rapid test’ kalah cepat dalam mencegah penularan virus.

“Rapid test ini sebetulnya hanya bisa mendeteksi antibodi. Cuma, antibodi ini munculnya kan terlambat, sementara virusnya sudah masuk duluan. Jadi kita kalau misalnya mau screening, menggunakan rapid test yang murah ini, itu ya sudah terlambat sebetulnya,” kata Utomo.

Dan pendapat lain dari Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Laboratorium Kedokteran Indonesia, Aryati, deteksi antibodi terhadap SARS-CoV-2 dengan metode rapid test belum ada penjelasan kinetika antibodinya. Antibodi baru terbentuk beberapa waktu setelah masuknya virus ke dalam tubuh, yang tentunya membutuhkan waktu.
Berbagai rapid test tersebut belum diketahui validitasnya, antigen dan prinsip pemeriksaan yang digunakan, variasi waktu pengambilan spesimen, limit deteksi masing-masing rapid test, interferens, berbagai kondisi yang dapat menyebabkan hasil false positive dan false negative.

Dan yang harus diketahui oleh masyarakat bahwa Rapid Test itu ada dua metode yaitu Rapid Test Antibodi (rapid test IgM IgG), dan rapid test dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Dan PCR inilah yang bisa membuktikan seseorang benar – benar terpapar positif COVID -19.
Rapid test yang sedang menjadi seperti sebuah tren, dengan narasi yang membawa kepada hal yang bisa menambah problematika ditengah Pandemi COVID -19 ini adalah Rapid Test IgM IgG, tes ini tidak bisa untuk menegakkan diagnosa bahwa terpapar coronavirus disease 2019.

No votes yet.
Please wait...
Voting is currently disabled, data maintenance in progress.

Satu tanggapan untuk “Apa itu Tes Cepat Rapidtest IgM IgG dan Bagaimana Akurasinya Terhadap Deteksi Dini Virus Corona

Tinggalkan Balasan

Translate »