Pentingnya Iuran Anggota Untuk Kemandirian Suatu Organisasi

IMG-20170421-WA0014Jakarta, FarkesOnline – Semua orang mengetahui, bahwa setiap makhluk hidup memerlukan energi atau makanan untuk bisa bergerak. Sehingga ia dapat melakukan kegiatan yang diinginkannya. Begitu juga dengan organisasi. Ia memerlukan masukan untuk dapat bergerak. Masukan bagi organisasi adalah dana. Tentunya dana yang besar dan diatur secara profesional, akan membuat organisasi bergerak cepat menuju tujuannya.

Begitu juga dengan FSP Farkes Reformasi, Dengan misi  untuk meningkatkan kemampuan bernegosiasi dengan manajemen perusahaan, dan ditingkat nasional , mampu mempengaruhi kebijakan-kebijakan nasional, ditambahkan kenaikan harga sewa kantor, membuat SP Farkes-Reformasi memerlukan banyak dukungan dana.

Dalam AD/ART Sumber dana dapat diperoleh dari uang pangkal , iuran anggota, dan  sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Diantara sumber dana yang tercantum,  iuran anggotalah yang banyak memegang peran penting. Sementara sumber dana dari sumber lainnya tidak dapat di prediksi perolehannya.

Untuk itulah diperlukan upaya untuk memaksimalkan perolehan iuran anggota. Meskipun sudah tercantum pada AD/ART , bahwa iuran anggota 1% dari UMP, namun dalam kenyataannya masih banyak anggota yang belum memenuhinya. Mesti agak sukar, namun upaya untuk memperbaikinya harus terus diupayakan.

Karena Masalah ini sesungguhnya menjadi  indikator bagi kita, atas pemahaman kesadaran anggota tentang pentingnya berserikat dan juga manfaat apa yang diperoleh oleh anggota.

Yang menjadi pertanyaan adalah, siapakah yang bertugas membangunkan kasadaran ini?  Pengurus PUK? DPD?DPC? Atau DPP?

Jawabannya tidak lain adalah tugas kita semua, baik anggota maupun pengurus. Baik di level PUK, DPD, DPC maupun DPP.

Tugas anggota adalah menjaga tingkat kesadaran agar tetap tinggi di kalangan sesama anggota,dan  mengawasi setiap langkah pengurus, serta mendukung pengurus  terutama dalam masalah pendanaan agar pengurus dapat bekerja secara maksimal.

Sedangkan tugas pengurus adalah membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh anggota, secara profesional , sehingga penyelesaian masalah mendapatkan hasil yang maksimal.

Dengan bersinerginya antara anggota dan pengurus, diharapkan masalah pendanaan akan menjadi teratasi.

Bukankah kita ingin, serikat pekerja kita ini menjadi mandiri dan berkembang, sehingga berperan dalam menentukan kebijakan nasional dalam masalah perburuhan?

TMFR : Any

Rating: 5.0/5. From 1 vote.
Please wait...
Voting is currently disabled, data maintenance in progress.

Tinggalkan Balasan

Translate »